Rabu, 27 Februari 2013

Berbahagialah engkau duhai para perempuan


Semoga berbahagia Berbahagialah
engkau duhai para perempuan

* Berbahagialah engkau duhai para
perempuan. Kalian tercipta begitu
rupa, indah melebihi segala
pemandangan yang ada. Ini adalah
anugerah Tuhan yang harus kalian
jaga, biarkan yang berhak saja yang
kan tenggelam dalam berjuta
pesonanya.

* Duhai para perempuan. Kau
adalah perhiasan terindah dunia,
perhiasan dengan pemaknaan yang
berbeda. Berhati-hatilah dari
kesalahan persepsi yang ada. Karena
bisa jadi, kalian dianggap sama
selayaknya emas dan permata.
Dijual, dibeli dan dipamerkan di
depan berjuta pasang mata.

* Duhai para perempuan. Setiap inci
tubuhmu mengandung pesona.
Jangan biarkan kau hamburkan di
pasaran. Lalu setiap tatapan
bermanja, banyak tangan
menjamahnya, dan bahkan banyak
bibir menciuminya. Karena yang kan
tersisa, adalah keterpurukan
bermahkotakan luka.

* Duhai para perempuan. Jangan
biarkan umpan rahwana
melenakanmu. Tetaplah waspada
akan tipu daya. Jangan biarkan
mekar segarmu segera layu, pada
musim yang tak semestinya. Ada
cinta di sana yang kan menjagamu.
Dan kau harus sampai padanya
dengan tepat waktu. Biarkan Tuhan
memapahmu, seiring ikhtiar dan
keyakinanmu.

* Duhai para perempuan. Untukmu
yang baik lelaki baik. Percayalah itu.
Maka jaga dirimu, jaga hatimu.
Pasrahkan dirimu kelak pada mata
yang tertunduk saat dia belum
berhak. Pasrahkan pada tangan yang
berusaha tak meraba sebelum
waktunya. Pasrahkan pada lelaki
yang bisa menjagamu, menjaga
kehormatanmu dan mampu
membawamu ke surga.

* Duhai para perempuan. Aku
sampaikan ini dengan tulus, sebagai
bukti penyesalanku akan tindakan
salahku di masa lalu. Karena kutahu
sebenarnya, banyak dari kalian yang
teramat rapuh dan mudah terayu,
oleh para pemain cinta.

* Ini karena, masih banyak generasi
harapan yang kan lahir dari rahim
kalian duhai para perempuan. Dan
biarkan generasi itu jauh lebih baik
dari kita. Maka, tetaplah menjadi
perempuan tangguh, perempuan
tanpa keluh meski bermandi peluh.
Perempuan yang tak mudah luluh
oleh rayuan hati-hati yang keruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar